Byte Berita

Membentuk Masa Depan Digital Bersama Teknologi Terkini

Siaran Pers No. 22/HM/KOMINFO/01/2024 tentang Cegah Hoaks Pemilu 2024, Menkominfo Ajak Tanamkan Nilai Luhur Bangsa

SIARAN PERS NO. 22/HM/KOMINFO/01/2024

Siaran Pers No. 22/HM/KOMINFO/01/2024

Jumat, 12 Januari 2024

tentang

Cegah Hoaks Pemilu 2024, Menkominfo Ajak Tanamkan Nilai Luhur Bangsa

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan nilai luhur bangsa guna mencegah penyebaran informasi hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian selama penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024.

Menurutnya, dalam rangkaian tahapan Pemilu 2024 sampai saat ini, masih terjadi penyalahgunaan media sosial untuk penyebaran hoaks yang dapat merendahkan martabat sesama anak bangsa.

“Karena merendahkan martabat orang lain tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur yang sudah ditanamkan para founding father dan pendahulu kita,” tuturnya dalam Diskusi Demi Indonesia Cerdas Memilih di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (12/01/2024).

Menkominfo menjelaskan sebaran hoaks, fitnah dan ujaran kebencian berpotensi mencederai demokrasi.

“Karena hoaks itu punya saudara kandung namanya fitnah, terus dia punya adik namanya ujaran kebencian. Jadi hoaks, fitnah, ujaran kebencian itu adik kakak dan dia punya saudara sepupu yang namanya merendahkan martabat orang lain,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo telah melaksanakan berbagai strategi komunikasi publik guna menyebarluaskan berbagai informasi terkait Pemilu 2024. Bahkan, Kementerian Kominfo juga mendorong Kampanye Pemilu Damai untuk menyukseskan Pemilu 2024.

“Melalui media sosial dan berbagai macam kanal komunikasi, kami terus melakukan amplifikasi pesan Pemilu Damai 2024 untuk menjaga situasi terus kondusif. Kementerian Kominfo juga berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis kampus, komunitas, media, dan bahkan operator telepon seluler,” jelas Menteri Budi Arie.

Salah satu hasil kolaborasi Kementerian Kominfo dengan mitra strategis berupa kegiatan literasi digital dan diseminasi informasi penggunaan media sosial di masa Pemilu. Menurut Menkominfo, kolaborasi itu berperan penting dalam mencegah sebaran konten negatif, termasuk hoaks.

“Kolaborasi ini kami yakin dalam mencegah masyarakat kita terpapar berbagai konten negatif di ruang digital. Khususnya adalah kekacauan informasi atau information disorder seperti misinformasi, disinformasi, dan malinformasi atau yang populer kita kenal dengan kata hoaks,” tuturnya.

Dalam Diskusi Demi Indonesia Cerdas Memilih, Menkominfo Budi Arie didampingi Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Usman Kansong dan Staf Khusus Menteri Sugiharto.

Hadir pula Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Ketua KPU Provinsi Kepulauan Riau Indrawan Susilo Perbowoadi, Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Said Abdullah Dahlawi, perwakilan Polda Riau, perwakilan Danrem 033/Wira Pratama dan Ketua KPID Riau Henky Mohari.

Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: [email protected]
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Siaran Pers No. 21/HM/KOMINFO/01/2024 tentang Transformasi Pelayanan Publik, Menteri Budi Arie: Kita Siapkan Platform Ina Digital

Melalui platform Ina Digital, Pemerintah akan terus mengembangkan integrasi antarkementerian dan lembaga untuk mewujudkan satu portal layana Selengkapnya

Siaran Pers No. 20/HM/KOMINFO/01/2024 tentang Menkominfo Ajak Industri Siapkan Infrastruktur dan Talenta Digital

Menkominfo Budi Arie Setiadi mengajak industri telekomunikasi, asosiasi penyelenggara multipleksing, dan mitra strategis lain untuk menyiapk Selengkapnya

Siaran Pers No. 19/HM/KOMINFO/01/2024 tentang Apresiasi MASTEL, Menteri Budi Arie: Kontribusinya Nyata!

Menkominfo memberikan apresiasi penuh atas peran dan kontribusi nyata MASTEL bagi pembangunan sektor komunikasi dan informatika nasional. Selengkapnya

Siaran Pers No. 18/HM/KOMINFO/01/2024 tentang Perkuat Ekosistem Digital, Wamenkominfo Ajak Tingkatkan Kolaborasi

Indonesia membutuhkan sembilan juta talenta digital untuk mengisi kebutuhan lapangan kerja di tahun 2030. Selengkapnya

 

Updated: Januari 12, 2024 — 8:25 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *