Tragedi Malam Tahun Baru 2024,Tubuh Elias Berlumuran Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Erupsi Gunung LewotobiLaki-Laki di Kabupaten Flores Tmur, Pulau Flores, Senin dini hari 1 Januari 2024 ketika warga di seluruh penjuru bumi sedang pesta pora merayakan pergantian tahun 2023. Datangnya musibah Minggu tengah malam tadi seperti tamu tak diundang mengacaukan kegembiraan. 

Ketakutan dan kepanikan yang hebat meliputi seluruh warga yang bermukim di sektar lokasi gunung kembar Lewotobi Laki-Laki dan Lewotobi Perempuan. Gemuruh di atas puncak gunung terdengar seperti runtuhan batu besar yang bertabrakan.

“Bunyi setelah jam 12 malam, sudah masuk tanggal 1 Januari 2023. Suaranya macam batu baku tabrak, besar sekali,” kisah  An Tobi, waga Nawakota, Kecamatan Wulanggitang kepada TRIBUMfLORES.COM,  Senin  pagi. 

An Tobi mengungsi bersama keluarganya mengamankan barang-barang penting dan bekal seadanya yang bisa dibawa. Gemuruh di atas gunung terdengar seperti runtuhan batu besar membuat warga panik  mengamankan diri ke Posko bencana di Desa Boru.

Baca juga: Puskesmas Boru Flores Timur Buka Posko Kesehatan Bagi Pengungsi

Elias Leksi Kedang, warga Dusun Bawalatang, Desa Nawokote terjaga saat bunyi klakson mobil yang melintas. Tangan dan kaki pria berusia 43 tahun itu dipenuhi abu vulkanik warna abu-abu.

“Tadi malam terlalu ngeri, gemuruh besar sekali. Kami semua lari, numpang mobil pikap, badan penuh belerang,” ceritanya saat ditemui wartawan.

Elias bersama istrinya, Yuliana Pusung Kwuta, dan anak-anaknya makan dengan bekal yang disimpan dalam satu rantang plastik warna hijau.

Yoseph Tobi (39), pengungsi lainnya mengaku sangat membutuhkan dapur umum dan tenda darurat. Dia akan bertahan beberapa waktu di pengungsian karena Gunung Lewotobi Laki-Laki naik status dari Waspada ke Siaga.

Baca juga: Gunung Lewotobi Erupsi, Warga Flores Timur Lari Sambil Peluk Patung Bunda Maria

“Kami harapnya seperti itu, apa lagi banyak jiwa terpaksa bertahan di sini. Semoga tenda dan dapur umum ada supaya kami bisa atur masak makan,” ujarnya

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki menyebabkan ratusan sampai ribuan warga dari Desa Boru,Klatanto, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote mengungsi ke Kantor Camat Wulanggitang. Bahkan juga mereka mengamankan diri ke wilayah perbatasan Flores Timur dan Sikka, berjarak sekira 8  Km  dari Desa Boru, Ibukota Kecamatan Wulanggitang. Mereka membawa keranjang tas berisi pakaian dan surat-surat penting.

Mereka mengutamakan keselamatan melarikan diri pada tengah malam menghindari abu vulkanik  pada saat pergantian tahun.

 

Updated: Januari 1, 2024 — 7:51 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *