Turis China Cosplay Jadi Polisi Thailand, yang Geger Satu Negara

Bangkok

Turis China lagi-lagi bikin pemerintah Thailand gerah. Kali ini, seorang turis cosplay jadi polisi dan dipamerkan ke media sosial.

Dilansir dari Nation Thailand pada Jumat (8/12/2023), video turis China cosplay polisi itu tersebar di Facebook. Turis itu terlihat memakai seragam polisi dan berbicara dalam bahasa mandarin.

Dia ditemani oleh seseorang yang juga menggunakan seragam polisi Thailand. Berbeda dengan si turis, gaya rambut pria itu terlihat benar-benar mirip seorang polisi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria itu membukakan pintu mobil untuk si turis China. Di dalam mobil, turis itu berkata begini, “Kami sedang menjalankan misi hari ini”.

Video itu kemudian viral, namun pengunggah aslinya ketakutan dan menghapusnya. Tetapi ternyata sudah ada netizen yang menyimpan dan menunggahnya ulang.

Postingan itu kembali tersebar di laman Facebook dengan akun Luijeen. Si pemilik akun mempertanyakan tindakan turis dalam video itu. Ia berspekulasi bahwa pria yang potongannya mirip polisi itu adalah polisi Thailand yang memang disewa turis untuk mengantarnya berkeliling.

Kepolisian Kerajaan Thailand, Letjen Pol Atchayon Kraithong buka suara terkait dengan video viral ini. Negaranya akan menyelidiki identitas kedua orang tersebut dan di mana video itu diambil.

“Jika pria dengan potongan seperti polisi itu adalah polisi sungguhan, maka dia akan menghadapi tindakan disiplin yang sesuai,” ucapnya.

Di Thailand, adalah ilegal untuk mengenakan seragam polisi tanpa izin. Atachayon meminta turis untuk tidak cosplay sebagai polisi akan akan membuat bingung masyarakat.

Setelah melakukan penyelidikan, kebenaran video itu terungkap. Ternyata dugaan tentang polisi itu benar, ia adalah petugas di Pusat Pelatihan Taktis Polisi Pusat. Polisi itu bernama Kombes Pol Kapten Chamrun Chaisri, wakil inspektur pengendalian pelatihan di Markas Besar Pendidikan Pusat Pelatihan Taktis Polisi Pusat. Ia mengakui bahwa seragam itu diberikannya kepada seorang turis China tersebut.

Semua bermula saat dua turis China sedang membuat konten di belakang kantor Biro Pemberantasan Narkotika. Tempat itu memang dibuka untuk umum dan siapa pun bisa berlatih menembak di sana.

Lapangan tembak tutup pukul 17.00 waktu setempat. Kebetulan, dua turis ini tetap di sana sampai tutup. Sialnya lagi, mereka tidak tahu mau pulang naik apa.

Kapten Chaisri berusaha untuk membantu dua turis itu. Ia mengatakan bahwa turis itu boleh menumpang mobilnya sampai ke jalan utama, untuk mencari taksi.

“Ada seragam yang tergantung di dalam mobil. Salah seorang dari mereka mengambilnya dan memakainya. Ia mengaku telah berfoto sebagai kenang-kenangan,” kata dia.

Dalam keterangan Kapten Chaisri, turis itu memuji seragam miliknya. Namun sepertinya turis ini mengunggah dengan narasi yang berbeda.

Kapten Chaisri mengaku ini hanya kesalahpahaman saja. Ia menegaskan tidak menerima uang atau memberikan layanan VVIP apa pun pada turis itu. Ia hanya bertugas untuk melayani saja.

Saat ini Komando Pendidikan telah membentuk panitia untuk mengambil kesimpulan, apakah ini pelanggaran pidana atau masalah disiplin. Ke depannya, polisi diminta untuk berhati-hati dan tegas dalam mematuhi peraturan kepolisian.

Simak Video “Alasan Indonesia Tak Wajibkan Turis China Negatif Covid-19”[Gambas:Video 20detik](bnl/fem)

 

Updated: Desember 8, 2023 — 12:44 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *